Anda mencari Rumah, atau anda ingin menjual rumah, di sini tempatnya, jual Tanah, beli Rumah, Ruko, Rukan, Toko, Kantor, Kapling atau properti lainnyaa

Kamis, 12 Juli 2012

Pajak Jual Beli Rumah

Pajak Jual Beli Rumah adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Akan tetapi, terkadang masyarakat umum tidak mengetahui secara detail perhitungan mengenai Pajak Jual Beli Rumah, baik Pajak Penjual maupun Pajak Pembeli, hanya langsung diserahkan ke PPAT-nya untuk dihitung berapa jumlah yang harus dibayar.

Ketika telah terjadi kesepakatan jual beli, kemudian penjual dan pembeli datang ke kantor PPAT untuk membuat Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah, maka diwajibkan bagi Penjual maupun Pembeli untuk membayarkan Pajak Jual Beli Rumah sebelum penanda-tanganan AJB. Meskipun biasanya karyawan kantor PPAT yang membayarkan pajaknya, namun setidak-tidaknya masyarakat (Penjual atau Pembeli) mengetahui cara perhitungannya.

macam pajak jual beli rumah

Ada 2 macam Pajak Jual Beli Rumah yang dikenal di Indonesia:

1. PPh (Pajak Penghasilan)

PPh adalah pajak yang dikenakan kepada penjual. Besarnya 5% dari nilai total transaksi atau NJOP (mana yang tertinggi). Pengecualian pajak tersebut untuk properti dengan nilai dibawah Rp 60 juta.

Pajak Jual Beli Rumah

2. BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

BPHTB merupakan bea atau pajak yang dikenakan kepada pembeli terhadap semua transaksi properti, baik properti baru ataupun properti lama yang dibeli. Besarnya 5% dari nilai transaksi atau NJOP (mana yang tertinggi) setelah dikurangi dengan NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Pengaturannya diatur dalam UU BPHTB (Bea Perolehan Tanah dan Bangunan) yang diatur dalam  UU No. 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas UU No.21/1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Nilai NJOPTKP ini berbeda-beda untuk setiap daerah/kota. Sebagai contoh NJOPTKP di Kota Yogyakarta Rp 15 juta, sedangkan di Kabupaten Sleman sebesar Rp 10 juta.


Mekanisme pajak jual beli rumah
Sebagai ilustrasi contoh:  Sebidang tanah yang berada di  wilayah  Sleman  dengan harga transaksi yang disepakati oleh Penjual dan Pembeli adalah  Rp 400 juta. NJOPTKP untuk Kabupaten Sleman Rp 10 juta, dan NJOP yang tertera pada PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tanah tersebut adalah Rp 250 juta. Maka:

 - PPh (Pajak Penjual)               : 5% x Rp 400 juta = Rp 20 juta

 - BPHTB (Pajak Pembeli)       : 5% x (Rp 400 juta – Rp 10 juta) = Rp 19 juta

 Biaya Pajak Jual Beli Rumah tersebut  hanya untuk pembayaran Pajak saja, belum termasuk biaya administrasi  Balik Nama  pada Kantor Pertanahan setempat (sekitar 2 %)  dan biaya  PPAT (maksimal 1%).